Mutasi Terkait Kanker
Sebagian besar kanker disebabkan oleh mutasi pada sel somatik. Beberapa mutasi terjadi akibat kesalahan yang mengubah DNA saat sel bereplikasi dan membelah diri. Karena sel somatik tidak mewariskan informasi genetik kepada keturunan, mutasi yang diperoleh pada sel somatik tidak dapat diturunkan dari orang tua kepada anak.
beberapa faktor penyebab mutasi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Faktor-faktor tersebut dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu radiasi, bahan kimia, dan agen infeksi.
Pada bagian Radiation (Radiasi), ditunjukkan bahwa paparan sinar UV dari matahari atau tanning bed dapat merusak DNA sel kulit. Selain itu, sinar-X yang digunakan dalam pemeriksaan medis, gigi, atau pemindaian keamanan bandara juga dapat menyebabkan perubahan pada DNA jika paparannya berlebihan.
Bagian Chemicals (Bahan Kimia) menunjukkan berbagai zat kimia yang bersifat mutagenik, yaitu dapat menyebabkan mutasi gen. Asap rokok mengandung banyak bahan kimia berbahaya yang dapat merusak sel tubuh. Pengawet nitrat dan nitrit pada makanan olahan seperti sosis atau hot dog juga dapat meningkatkan risiko mutasi. Proses memanggang atau membakar makanan (barbecuing) dapat menghasilkan senyawa kimia berbahaya. Selain itu, benzoyl peroxide yang sering digunakan dalam produk jerawat juga dicantumkan sebagai bahan yang dapat memicu perubahan sel jika digunakan berlebihan.
Pada bagian Infectious Agents (Agen Infeksi), gambar menunjukkan bahwa beberapa mikroorganisme dapat menyebabkan kanker. Virus HPV (Human Papillomavirus), yang ditularkan melalui hubungan seksual, berkaitan dengan kanker serviks dan beberapa jenis kanker lainnya. Bakteri Helicobacter pylori yang menyebar melalui makanan terkontaminasi dapat menyebabkan infeksi lambung dan meningkatkan risiko kanker lambung.
Secara keseluruhan, gambar ini menekankan bahwa kanker dapat dipicu oleh kerusakan DNA akibat faktor lingkungan, gaya hidup, maupun infeksi tertentu.
Apakah harus terjadi kerusakan sel berulang-ulang agar sel normal dapat berubah menjadi sel kanker?
proses terbentuknya sel kanker akibat akumulasi kerusakan atau mutasi pada sel normal. Proses tersebut terjadi secara bertahap melalui beberapa perubahan genetik.
Di sisi kiri terlihat sel normal yang membelah secara normal dan tetap sehat. Namun, ketika terjadi kerusakan sel (cell damage), misalnya akibat radiasi, bahan kimia, atau faktor lain, DNA dalam sel dapat mengalami mutasi.
Tahap pertama disebut first mutation (mutasi pertama). Pada tahap ini, sel mulai mengalami perubahan genetik, tetapi belum menjadi kanker. Sel masih dapat hidup dan membelah.
Jika kerusakan terus terjadi, maka muncul second mutation (mutasi kedua). Mutasi tambahan membuat fungsi sel semakin abnormal dan kontrol pertumbuhan mulai terganggu.
Selanjutnya terjadi third mutation (mutasi ketiga). Pada tahap ini, perubahan genetik semakin banyak sehingga sel kehilangan kemampuan untuk mengatur pertumbuhan dan pembelahan secara normal.
Akhirnya terbentuk cancer cell (sel kanker). Sel kanker memiliki banyak mutasi dan dapat tumbuh secara tidak terkendali, membelah terus-menerus, serta berpotensi menyebar ke jaringan lain.
Sel kanker berasal dari sel tubuh sendiri
Sel kanker memiliki ciri-ciri khusus yang disebut hallmarks of cancer. Hallmarks of cancer adalah kemampuan biologis yang dimiliki sel kanker sehingga dapat tumbuh, bertahan hidup, dan menyebar secara tidak normal di dalam tubuh.
Salah satu cirinya adalah kemampuan untuk terus membelah tanpa kontrol, meskipun tubuh sebenarnya memiliki mekanisme untuk menghentikan pertumbuhan sel. Sel kanker juga mampu menghindari proses kematian sel alami (apoptosis), sehingga sel abnormal tetap hidup. Selain itu, sel kanker dapat merangsang pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis) agar mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya.
Ciri lainnya adalah kemampuan untuk menyerang jaringan di sekitarnya dan menyebar ke organ lain melalui proses metastasis. Sel kanker juga dapat menghindari sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah dihancurkan oleh sel imun. Di samping itu, sel kanker mengalami perubahan metabolisme untuk memenuhi kebutuhan energi pertumbuhannya yang sangat cepat.
Hallmarks of cancer menunjukkan bahwa sel kanker bukan hanya sel yang mengalami mutasi, tetapi sel yang telah memperoleh berbagai kemampuan khusus yang membuatnya dapat berkembang secara agresif dan sulit dikendalikan.
Bagaimana cara mendiagnosis kanker?
Diagnosis kanker dapat dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan untuk mengetahui adanya sel abnormal atau penyebaran kanker dalam tubuh. Proses diagnosis biasanya diawali dengan pengkajian riwayat kesehatan pribadi dan keluarga (personal and family medical history) serta pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda kelainan pada tubuh.
Selanjutnya, dokter dapat menggunakan berbagai pemeriksaan pencitraan (imaging tests) seperti CT-Scan, MRI, Nuclear Scan, PET scan, USG, dan X-Ray untuk melihat lokasi, ukuran, dan penyebaran tumor di dalam tubuh. Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan untuk membantu mendeteksi perubahan yang berhubungan dengan kanker. Pemeriksaan darah meliputi Complete Blood Count (CBC) dan Blood Chemistry, sedangkan pemeriksaan urine dapat dilakukan melalui Urine Cytology untuk mendeteksi sel abnormal.
Selain itu, diagnosis kanker dapat dipastikan melalui biopsi, yaitu pengambilan sampel cairan atau jaringan tubuh untuk diperiksa di laboratorium. Biopsi dapat dilakukan melalui prosedur endoskopi, kolonoskopi, atau pembedahan. Pemeriksaan dahak (Sputum Cytology) juga dapat dilakukan, terutama untuk mendeteksi adanya sel kanker pada saluran pernapasan. Dengan kombinasi berbagai metode tersebut, dokter dapat menentukan jenis, lokasi, dan tingkat perkembangan kanker secara lebih akurat.
Biomarker kanker?
Biomarker DNA
DNA (deoxyribonucleic acid) adalah molekul di dalam sel yang membawa informasi genetik dan meneruskannya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada kanker, DNA dapat mengalami kelainan atau perubahan (aberrations) seperti mutasi gen dan peningkatan jumlah salinan gen (gene amplification), yang dapat menyebabkan sel kanker tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali.
Dalam diagnosis kanker, pemeriksaan mutasi dan amplifikasi DNA biasanya dilakukan menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Next-Generation Sequencing (NGS). PCR digunakan untuk memperbanyak bagian DNA tertentu agar lebih mudah dianalisis, sedangkan NGS digunakan untuk membaca urutan DNA secara lebih lengkap dan mendeteksi berbagai mutasi genetik.
Selain itu, terdapat beberapa teknik lain yang digunakan dalam analisis DNA, seperti:
- Fluorescence In Situ Hybridization (FISH) untuk mendeteksi perubahan atau jumlah gen pada kromosom,
- Southern Blotting untuk menganalisis fragmen DNA tertentu,
- dan Microarrays untuk mempelajari banyak gen sekaligus dalam satu pemeriksaan.
Biomarker Protein
Biomarker Metabolit
Metabolomik (metabolomics) adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur seluruh metabolit dalam organisme atau sampel biologis. Metode ini digunakan untuk mempelajari hubungan antara metabolit dengan penyakit, termasuk kanker.
Pada kanker, gangguan metabolisme sel merupakan salah satu ciri penting (hallmark of cancer). Sel kanker mengalami perubahan cara memperoleh dan menggunakan energi agar dapat terus tumbuh dan berkembang.
Sel tumor juga mampu mengubah jalur metabolisme (metabolic fluxes) dan memprogram ulang metabolisme sel untuk memenuhi kebutuhan biosintesis dan energi. Perubahan ini terjadi akibat adanya mutasi gen kanker (oncogenic mutations) maupun gangguan pada gen penekan tumor (tumor suppressor). Dengan kemampuan tersebut, sel kanker dapat bertahan hidup dan berkembang lebih agresif.
Comments
Post a Comment