Pemeriksaan Laboratorium terkait Diagnosis Hepatitis B

Uji Tes Cepat HBsAg

Tes cepat juga dikenal dengan Rapid Test. 

Diagnosis hepatitis B ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Sebagian besar pasien dengan infeksi kronik VHB baru akan menimbulkan gejala saat kondisi kerusakan hati semakin parah.

Gejala:

  1. serum sickness-like mulai muncul dan diikuti dengan malaise, anoreksia, mual, rasa tidak nyaman pada perut 
  2. sebagian pasien menunjukkan demam, muntah, dan ikterus. Gejala klinis dan ikterus umumnya hilang setelah 1-3 bulan. Gejala lemah pada sebagian pasien akan bertahan walaupun kadar serum ALT telah normal

Faktor risiko yang perlu diketahui untuk penunjang diagnosis

Faktor risiko seseorang infeksi VHB antara lain:
  1. Lahir dari daerah endemis infeksi VHB 
  2. Belum pernah mendapatkan vaksinasi dan lahir dari orang tua yang tinggal di daerah endemis hepatitis B 
  3. Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis B 
  4. Laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki 
  5. Pengguna narkoba suntik 
  6. Terinfeksi HIV 
  7. Sedang menjalani hemodialisis 
  8. Menjalani kemoterapi maupun terapi supresi lainnya 

Algoritma pemeriksaan 



Pemeriksaan skrining bertujuan untuk Deteksi Dini dan Pencegahan Kerusakan Hati (Silent Killer), Memutus Rantai Penularan, Menentukan Kebutuhan Vaksinasi dan Perencanaan Manajemen Terapi


Pemeriksaan penunjang atau konfrimasi bertujuan untuk mengkonfirmasi diagnosis infeksi VHB, menentukan derajat keparahan penyakit hati, dan menentukan indikasi terapi. Pemeriksaan penunjang pada infeksi VHB terdiri dari pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan pencitraan, hingga pemeriksaan histologi. Laboratorium yang melakukan pemeriksaan di atas harus melakukan pemantapan mutu internal dan eksternal. 

Pemeriksaan Serologi Infeksi VHB

Merupakan antigen permukaan virus yang berasal dari protein pembungkus virus. HBsAg yang positif merupakan ciri khas infeksi VHB. Pemeriksaan HBsAg dan anti-HBs. 
  • HBsAg dapat terdeteksi 1-10 minggu setelah paparan akut VHB atau 2-6 minggu sebelum onset gejala muncul maupun peningkatan ALT.
  • Pada pasien yang sembuh dari infeksi, HBsAg akan tidak terdeteksi setelah 4-6 bulan dan diikuti dengan kehadiran anti-HBs. 
  • HBsAg yang positif selama lebih dari 6 bulan merupakan kriteria diagnosis infeksi hepatitis B kronik.

Pemeriksaan DNA VHB 

Terdeteksinya DNA VHB merupakan tanda viremia dan status infeksi virus hepatitis B. DNA VHB dideteksi menggunakan teknik real-time PCR assays. DNA VHB dapat terdeteksi 2-3 minggu sebelum munculnya HBsAg.


Pemeriksaan Penunjang Untuk Menentukan Derajat Kerusakan Hati 

Kerusakan hati dapat ditentukan baik dengan pemeriksaan biokimia, pencitraan, maupun dengan biopsi. Pemeriksaan biokimia yang dilakukan antara lain: SGOT/SGPT, GGT, alkali fosfatase, bilirubin, albumin, globulin serum, pemeriksaan darah lengkap, dan PT/APTT. 








Baca ini !!







Sangat penting untuk memahami jenis sampel, cara kerja dan bagaimana interpretasi hasil


Interpretasi Hasil Rapid Test




Prinsip Pemeriksaan 
Berdasarkan pada prinsip ICT (Imunokromatografi), berdasarkan pada lateral flow chromatography immunoassay. Membran dilapisi dengan antibodi spesifik terhadap antigen VHB pada area garis tes. saat sampel berada pada membran yang sama, sampel akan bergerak berdasarkan kapilaritas melewati garis tes. jika terdapat antigen VHB dalam sampel, maka antigen tersebut akan berikatan dengan antibodi terhadap VHB pada membran membentuk garis berwarna yang dapat diamati, maka hasil tes tersebut adalah positif. 


Apa sampel pemeriksaan?
cara kerja bagaimana?
bagaimana cara menuliskan interpretasi hasil?
berapa lama waktu inkubasi?
apa yang harus dilakukan pada pra analitik?
praktikum kali ini masuk pada skrining atau konfirmasi?
untuk konfirmasi menggunakan metode apa?



Comments

Popular posts from this blog

Pengantar Praktikum Hematologi

Uji VDRL dan RPR