Pemeriksaan Laboratorium terkait Diagnosis Hepatitis B
Uji Tes Cepat HBsAg
Tes cepat juga dikenal dengan Rapid Test.
Diagnosis hepatitis B ditegakkan berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Sebagian besar pasien
dengan infeksi kronik VHB baru akan menimbulkan gejala saat kondisi
kerusakan hati semakin parah.
Gejala:
- serum sickness-like mulai muncul dan diikuti dengan malaise, anoreksia, mual, rasa tidak nyaman pada perut
- sebagian pasien menunjukkan demam, muntah, dan ikterus. Gejala klinis dan ikterus umumnya hilang setelah 1-3 bulan. Gejala lemah pada sebagian pasien akan bertahan walaupun kadar serum ALT telah normal
Faktor risiko yang perlu diketahui untuk penunjang diagnosis
Faktor risiko seseorang infeksi VHB antara lain:
- Lahir dari daerah endemis infeksi VHB
- Belum pernah mendapatkan vaksinasi dan lahir dari orang tua yang tinggal di daerah endemis hepatitis B
- Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis B
- Laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki
- Pengguna narkoba suntik
- Terinfeksi HIV
- Sedang menjalani hemodialisis
- Menjalani kemoterapi maupun terapi supresi lainnya
Algoritma pemeriksaan
Pemeriksaan skrining bertujuan untuk Deteksi Dini dan Pencegahan Kerusakan Hati (Silent Killer), Memutus Rantai Penularan, Menentukan Kebutuhan Vaksinasi dan Perencanaan Manajemen Terapi
Pemeriksaan penunjang atau konfrimasi bertujuan untuk mengkonfirmasi
diagnosis infeksi VHB, menentukan derajat keparahan penyakit
hati, dan menentukan indikasi terapi. Pemeriksaan penunjang pada
infeksi VHB terdiri dari pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan
pencitraan, hingga pemeriksaan histologi. Laboratorium yang
melakukan pemeriksaan di atas harus melakukan pemantapan
mutu internal dan eksternal.
Pemeriksaan Serologi Infeksi VHB
Merupakan antigen permukaan virus yang berasal dari
protein pembungkus virus. HBsAg yang positif merupakan
ciri khas infeksi VHB. Pemeriksaan HBsAg dan anti-HBs.
- HBsAg dapat terdeteksi 1-10 minggu setelah paparan akut VHB atau 2-6 minggu sebelum onset gejala muncul maupun peningkatan ALT.
- Pada pasien yang sembuh dari infeksi, HBsAg akan tidak terdeteksi setelah 4-6 bulan dan diikuti dengan kehadiran anti-HBs.
- HBsAg yang positif selama lebih dari 6 bulan merupakan kriteria diagnosis infeksi hepatitis B kronik.
Pemeriksaan DNA VHB
Terdeteksinya DNA VHB merupakan tanda viremia dan status
infeksi virus hepatitis B. DNA VHB dideteksi menggunakan
teknik real-time PCR assays. DNA VHB dapat terdeteksi 2-3
minggu sebelum munculnya HBsAg.
Pemeriksaan Penunjang Untuk Menentukan Derajat
Kerusakan Hati
Kerusakan hati dapat ditentukan baik dengan pemeriksaan
biokimia, pencitraan, maupun dengan biopsi. Pemeriksaan
biokimia yang dilakukan antara lain: SGOT/SGPT, GGT, alkali
fosfatase, bilirubin, albumin, globulin serum, pemeriksaan
darah lengkap, dan PT/APTT.
Sangat penting untuk memahami jenis sampel, cara kerja dan bagaimana interpretasi hasil
Interpretasi Hasil Rapid Test
Prinsip Pemeriksaan
Berdasarkan pada prinsip ICT (Imunokromatografi), berdasarkan pada lateral flow chromatography immunoassay. Membran dilapisi dengan antibodi spesifik terhadap antigen VHB pada area garis tes. saat sampel berada pada membran yang sama, sampel akan bergerak berdasarkan kapilaritas melewati garis tes. jika terdapat antigen VHB dalam sampel, maka antigen tersebut akan berikatan dengan antibodi terhadap VHB pada membran membentuk garis berwarna yang dapat diamati, maka hasil tes tersebut adalah positif.
Apa sampel pemeriksaan?
cara kerja bagaimana?
bagaimana cara menuliskan interpretasi hasil?
berapa lama waktu inkubasi?
apa yang harus dilakukan pada pra analitik?
praktikum kali ini masuk pada skrining atau konfirmasi?
untuk konfirmasi menggunakan metode apa?

.jpeg)
Comments
Post a Comment