Pengantar Praktikum Hematologi

Uji Retraksi Bekuan 

Pendahuluan 

Pemeriksaan retraksi bekuan dibutuhkan untuk membantu menilai gangguan pada sistem hemostasis, terutama yang berkaitan dengan trombosit dan pembentukan fibrin. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan bila pasien menunjukkan tanda perdarahan yang tidak normal.

Mengapa perlu pemeriksaan retraksi bekuan?

Karena retraksi bekuan bergantung pada:

  • jumlah trombosit yang cukup
  • fungsi trombosit yang normal
  • pembentukan fibrin yang baik

Jika salah satu terganggu, bekuan darah tidak dapat mengerut dengan baik.

Dilakukan pada penyakit atau kondisi seperti:

  1. Trombositopenia
    Jumlah trombosit rendah sehingga retraksi bekuan menurun.
  2. Gangguan fungsi trombosit
    Contohnya trombastenia Glanzmann, di mana trombosit ada tetapi tidak berfungsi normal.
  3. Kelainan fibrinogen
    Misalnya afibrinogenemia atau disfibrinogenemia.
  4. Leukemia
    Karena dapat memengaruhi produksi trombosit.
  5. Anemia berat tertentu
    Dapat memengaruhi hasil retraksi bekuan.
  6. Penyakit perdarahan yang tidak jelas penyebabnya
    Misalnya pasien sering mimisan, gusi berdarah, mudah memar, atau perdarahan lama berhenti.

Tujuan 

Pemeriksaan retraksi bekuan darah bertujuan untuk menilai fungsi trombosit (trombositopenia) atau adanya gangguan pada proses pembekuan darah. Dengan mengamati kemampuan bekuan darah untuk mengecil dan menarik tepi luka, tes ini memberikan informasi tentang kemampuan trombosit dalam membantu proses pembekuan dan penyembuhan luka.

Prinsip

Darah tanpa anti koagulan, jika didiamkan dalam waktu tertentu maka akan mengalami pembekuan darah.Pada proses pembekuan, sejumlah serum diperas keluar sehingga terjadi pemisahan cairan dengan bekuan. Proses tersebut di pengaruhi oleh jumlah dan fungsi trombosit di dalam darah.









Comments

Popular posts from this blog

Uji VDRL dan RPR

Pemeriksaan Laboratorium terkait Diagnosis Hepatitis B