Uji VDRL dan RPR
Uji VDRL dan RPR
Tes VDRL (Venereal Disease Research Laboratory) dan RPR (Rapid Plasma Reagin) adalah dua jenis uji saring (skrining) awal untuk mendeteksi penyakit sifilis. Keduanya termasuk dalam kategori tes serologi non-treponema. Kedua tes ini tidak mencari bakteri Treponema pallidum secara langsung, melainkan mencari antibodi reagin (IgG dan IgM) yang dihasilkan tubuh sebagai respon terhadap kerusakan sel akibat infeksi sifilis. Antibodi ini akan bereaksi dengan antigen yang disebut kardiolipin atau lesitin yang dilepaskan oleh sel rusak akibat T. pallidum.
Reagin adalah jenis antibodi non-spesifikyang diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap kerusakan sel yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum (penyebab sifilis) atau dalam reaksi alergi.
poin penting:
- Mendeteksi Imunoglobulin yang spesifik terhadap bahan-bahan lipid T. pallidum yang hancur, BUKAN MENDETEKSI KEBERADAAN BAKTERI SECARA LANGSUNG
- Antibodi muncul sebagai reaksi tubuh
- Masih bersifat non-spesifik karena Ab dapat muncul akibat virus lain
- Digunakan untuk mendeteksi infeksi dan reinfeksi yang bersifat aktif dan memantau keberhasilan terapi
- Tes untuk skrining
- Murah namun butuh konfirmasi
Mengapa uji RPR dan VDRL perlu dikonfirmasi?
Reagin dapat muncul dalam serum dan kulit orang yang hipersensitif (alergi) dan, dalam jumlah yang lebih kecil, pada serum orang normal.
Praktikum ini bertujuan untuk:
- Memahami Prinsip
- Keterampilan Teknis: Melatih teknik pemipetan dan prosedur pengenceran sampel secara presisi.
- Interpretasi Hasil: Belajar membedakan hasil reaktif dan non-reaktif, baik secara mikroskopis (VDRL) maupun makroskopis (RPR).
- Penentuan Titer: Melatih kemampuan melakukan pengenceran serial untuk memantau konsentrasi antibodi.
- Kendali Mutu: Mengidentifikasi faktor kesalahan, seperti efek prozone atau pengaruh suhu lingkungan terhadap hasil uji.
Baca manual kit insert ini untuk mengetahui cara kerja
Coba untuk menjawab pertanyaan berikut dari keterangan yang ada pada manual kit insert diatas:
- apa sampel yang dapat digunakan?
- ada berapa jenis reagen yang terdapat dalam kit pemeriksaan?
- pada suhu berapa penyimpanan kit pemeriksaan?
- apa saja alat yang digunakan selain kit?
- bagaimana interpretasi hasil? baik kualitatif dan kuantitatif
- apa beda uji kualitatif dan kuantitatif VDRL?
Cara kerja kualitatif VDRL:
- 50 uL sampel ke kaca objek yang telah dilingkari
- Tambahkan juga kontrol positif dan negatif jika ada
- kocok botol reagen dan tambahkan 1 tetes atau sekitar 20 uL reagen ke semua lingkaran
- homogenkan dengan batang pengaduk
- inkubasi 4 menit pada suhu ruang dan harus tetap diaduk, seharusnya menggunakan magnetic strirrer
- amati menggunakan mikroskop perbesaran 1000x
Cara kerja kuantitatif VDRL:
- siapkan 5 kaca objek, dan buat lingkaran pada masing-masing kaca objek
- + 50 uL NaCl ke semua lingkaran
- + 50 uL sampel pada lingkaran 1, lakukan serial dilution hingga ke lingkaran 5 (kaca objek ke-5)
- buang 50 uL pada lingkaran 5
- kocok botol reagen dan tambahkan 1 tetes atau sekitar 20 uL reagen ke semua lingkaran
- homogenkan dengan batang pengaduk
- inkubasi 4 menit pada suhu ruang dan harus tetap diaduk, seharusnya menggunakan magnetic strirrer
- amati menggunakan mikroskop perbesaran 1000x
Terdapat flokulasi atau Flocculation yaitu proses penggabungan partikel-partikel kecil yang tersuspensi di dalam cairan menjadi gumpalan yang lebih besar yang disebut flok.
Sebagai contoh, berapakah titer yang didapatkan jika lingkaran yang menunjukkan adanya flokulasi adalah lingkaran ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4 sedangkan lingkaran ke-5 menunjukkan hasil non-reaktif?
Pertanyaan yang jawabannya bisa didapatkan dari manual kit insert
- Apakah ada persiapan khusus atau perlakuan khusus pada reagen dalam kit VDRL sebelum digunakan?
- Jika sampel adalah serum, maka berapa lama serum dapat disimpan pada suhu -20 derajat Celcius?
Comments
Post a Comment