Kesiapsiagaan Bela Negara
Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai peran dan profesi warga negara, demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman yang pada hakikatnya mendasari proses nation and character building.
Kesiapsiagaan Bela Negara merupakan kondisi Warga Negara yang secara fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan dan jasmani yang prima serta secara kondisi psikis yang memiliki kecerdasan intelektual, dan spiritual yang baik, senantiasa memelihara jiwa dan raganya memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji, merupakan sikap mental dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai calon aparatur pemerintahan sudah seharusnya mengambil bagian di lini terdepan dalam setiap upaya bela negara, sesuai bidang tugas dan tanggungjawab masing-masing. Kesiapsiagaan bela negara bagi CPNS adalah kesiapan untuk mengabdikan diri secara total kepada negara dan bangsa dan kesiagaan untuk menghadapi berbagi ancaman multidimensional yang bisa saja terjadi di masa yang akan dating, Kesiapsiagaan bela negara bagi CPNS menjadi titik awal langkah penjang pengabdian yang didasari oleh nilai-nilai dasar negara.
Cinta Tanah Air Kesadaran Berbangsa dan bernegara, misalnya yakin terhadap Pancasila sebagai ideologi negara dan rela berkorban untuk bangsa dan negara, ini adalah contoh awal kesediaan bela negara. Hal lain yang bisa dicontohkan adalah adanya kepatuhan dan ketaatan pada hukum yang berlaku.
Kesiapsiagaan bela negara bagi CPNS bukanlah kesiapsiagaan untuk melaksanaan perjuangan fisik seperti para pejuang terdahulu, tetapi bagaimana melanjutkan perjuangan mereka dengan pranata nilai yang sama demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia.
Menjelaskan kerangka bela negara dalam Latsar CPNS
Menurut asal kata, kesamaptaan sama maknanya dengan kata kesiapsiagaan yang berasal dari kata: Samapta, yang artinya: siap siaga atau makna lainnya adalah siap siaga dalam segala kondisi.
Bela negara adalah adalah kebulatan sikap, tekad dan perilaku warga negara yang dilakukan secara ikhlas, sadar dan disertai kerelaan berkorban sepenuh jiwa raga yang dilandasi oleh kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI 1945 untuk menjaga, merawat, dan menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Adapun berbagai bentuk kesiapsiagaan dimaksud adalah kemampuan setiap CPNS untuk memahami dan melaksanakan kegiatan olah rasa, olah pikir, dan olah tindak dalam pelaksanaan kegiatan keprotokolan yang di dalamya meliputi pengaturan tata tempat, tata upacara (termasuk kemampuan baris berbaris dalam pelaksaan tata upacara sipil dan kegiatan apel), tata tempat, dan tata penghormatan yang berlaku di Indonesia sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
Aplikasi kesiapsiagaan Bela Negara dalam Latsar CPNS selanjutnya juga termasuk pembinaan pola hidup sehat disertai pelaksanaan kegiatan pembinaan dan latihan ketangkasan fisik dan pembinaan mental lainnya. Akhirnya, aplikasi dari latihan kesiapsiagaan Bela Negara ini juga akan menjadi modal penguatan jasmani, mental dan spiritual dalam pelaksaaan tugas CPNS yang memiliki fungsi utama sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan sebagai perekat dan pemersatu Negara bangsa dari segala Ancaman, Ganguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) baik dari dalam maupun luar negeri.
bahwa ruang lingkup Nilai-Nilai Dasar Bela Negara mencakup:
- Cinta Tanah Air;
- Kesadaran Berbangsa dan bernegara;
- Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara;
- Rela berkorban untuk bangsa dan negara; dan
- Memiliki kemampuan awal bela negara.
- Semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur.
Oleh sebab itu maka dalam pelaksanaan pelatihan dasar bagi CPNS, peserta akan dibekali dengan kegiatan-kegiatan dan latihan-latihan seperti :
- Kegiatan Olah Raga dan Kesehatan Fisik;
- Kesiapsiagaan dan kecerdasan Mental;
- Kegiatan Baris-berbaris dan Tata Upacara;
- Keprotokolan;
- Pemahaman Dasar Fungsi-fungsi Intelijen dan Badan Pengumpul Keterangan;
- Kegiatan Ketangkasan dan Permainan dalam Membangun Tim;
Apabila kegiatan kesiapsiagaan bela negara dilakukan dengan baik, maka dapat diambil manfaatnya antara lain:
- Membentuk sikap disiplin waktu, aktivitas, dan pengaturan kegiatan lain.
- Membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama rekan seperjuangan.
- Membentuk mental dan fisik yang tangguh.
- Menanamkan rasa kecintaan pada bangsa dan patriotisme sesuai dengan kemampuan diri.
- Melatih jiwa leadership dalam memimpin diri sendiri maupun kelompok dalam materi Team Building.
- Membentuk Iman dan taqwa pada agama yang dianut oleh individu.
- Berbakti pada orang tua, bangsa, agama.
- Melatih kecepatan, ketangkasan, ketepatan individu dalam melaksanakan kegiatan.
- Menghilangkan sikap negatif seperti malas, apatis, boros, egois, tidak disiplin.
- Membentuk perilaku jujur, tegas, adil, tepat, dan kepedulian antar sesama.
Menjelaskan kemampuan awal kesiapsiagaan bela negara
Untuk bisa melakukan internalisasi dari nilai-nilai dasar bela negara tersebut, kita harus memiliki:
- kesehatan dan kesiapsiagaan jasmani maupun mental yang mumpuni
- memiliki etika, etiket, moral dan nilai kearifan lokal sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Kesehatan jasmani dapat juga didefinisikan sebagai kemampuan untuk menunaikan tugas (AKTIVITAS FISIK) dengan baik walaupun dalam keadaan sukar, dimana orang dengan kesehatan jasmani yang kurang tidak mampu untuk melaksanakan atau menjalaninya.
Aktivitas fisik dapat dilakukan dimana saja baik di rumah, di tempat kerja, atau di tempat umum dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan nyaman, bebas polusi, serta tidak beresiko menimbulkan cedera.
Kemampuan Awal Bela Negara
- Kesehatan Jasmani
- Kesehatan Mental
Jasmani
Kebugaran jasmani dan olahraga
Sebagai Aparatur Sipi Negara, anda tidak hanya membutuhkan jasmani yang sehat, tetapi juga memerlukan jasmani yang bugar. Kebugaran jasmani ini diperlukan agar dapat menjalankan setiap tugas jabatan Anda dengan baik tanpa keluhan. Komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan dan dapat diukur adalah :
- Komposisi tubuh
- Kebugaran jasmani
- Pola hidup sehat
- Gangguan Kesehatan Jasmani
Komposisi tubuh
Kebugaran jasmani
Kelenturan / fleksibilitas tubuh : Dengan adanya kelenturan / fleksibilitas tubuh ini Anda dapat menyesuaikan diri untuk segala aktifitas Anda dengan penguluran tubuh yang luas. Dengan kelenturan otot ini dapat mengurangi resiko cedera (orang yang kelenturannya tidak baik cenderung mudah mengalami cedera).Kekuatan Otot : Kekuatan otot ini menggambarkan kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam menggunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja.
Daya tahan jantung paru : Daya tahan jantung paru ini menggambarkan kemampuan seseorang dalam menggunakan sistem jantung paru dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja terus menerus yang melibatkan kontraksi otot-otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Pengukuran daya tahan jantung paru ini adalah dengan tes Harvard, tes lari 2,4 km (12 menit), Ergocycles test.
Daya tahan otot : Daya tahan otot ini menggambarkan kemampuan untuk mengatasi kelelahan. Pengukurannya adalah dengan push up test, sit up test.
Untuk mencapai kebugaran dapat dilakukan dengan melakukan olahraga. Olahraga adalah suatu bentuk aktifitas fisik yang terencana dan terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Dengan melakukan olahraga secara teratur tubuh akan bugar. Dampak yang dihasilkan dari meningkatnya kualitas kebugaran jasmani adalah menurunnya angka bolos kerja, masa sembuh sakit menjadi lebih cepat, waktu pulih asal dari kelelahan juga lebih singkat, lebih bergairah karena produksi hormon norepinefrin lebih tinggi, sehingga memberikan efek pada prestasi kerja, kreatifitas, dan kecerdasan
Pola Hidup Sehat
Pola hidup sehat yaitu segala upaya guna menerapkan kebiasaan baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan diri dari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. Pola hidup sehat diwujudkan melalui perilaku, makanan, maupun gaya hidup menuju hidup sehat baik itu sehat jasmani ataupun mental.
Kebiasaan-kebiasaan baik dalam pola hidup sehat yang perlu Anda laksanakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan cara :
- Makan sehat
- Aktifitas sehat
- Berpikir sehat
- lingkungan sehat
- Istirahat sehat
- Normalnya fungsi alat-alat tubuh, terutama organ organ vital (jantung, paru). Tanda-tanda vital normal tubuh misalnya : tekanan darah sekitar 120/80 mmHg, frekuensi pernafasan sekitar 12 – 18 nafas per menit, denyut nadi antara 60 – 80 kali per menit, serta suhu tubuh antara 360 – 370 Celcius.
- Punya energi yang cukup untuk melakukan tugas harian (tidak mudah merasa lelah)
- Kondisi kulit, rambut, kuku sehat: menggambarkan tingkat nutrisi tubuh
- Memiliki pemikiran yang tajam: asupan dan pola hidup yang sehat akan membuat otak bekerja baik
- Berpikir ‘ya’ atau ‘tidak’ sama sekali (Should/must thinking)
- Generalisasi berlebihan (overgeneralization)
- Magnifikasi-minimisasi (magnificationminimization)
- Alasan-alasan emosional (emotional reasoning)
- Memberi label (labeling)
- Membaca pikiran (mind reading)
- cenderung merasa paling tahu dan paling benar. Kebenaran adalah saya dan saya adalah kebenaran. Inilah pola sesat pikir yang disebut dengan egocentris righteousness
- Kita cenderung tidak mau mempelajari, mencari tahu, atau menambah wawasan mengenai hal-hal lain yang bertentangan dengan apa yang kita yakini.
- egocentric memory. Saking kuatnya memory dalam otak kita yang mendukung gagasan tertentu, seringkali hal-hal yang salah malah mendapatkan justifikasi atau pembenaran tanpa kita sadari.
- Kita cenderung tidak mempercayai fakta atau data yang menggugat apa yang sudah kita percayai sebelumnya sekalipun fakta itu akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Kita cenderung membuat generalisasi (pukul rata) secepat mungkin atas setiap perasan dan pengalaman kita. Pola sesat pikir ini disebut over-generalization atau egocentric immediacy.
- Kita cenderung mengabaikan hal-hal yang terasa rumit dan kompleks dalam upaya memperbaiki diri. Sesat pikir yang disebut egocentric over-simplification.
- Fase 1: Alarm reaction. Tubuh memberi tanda-tanda (alarm) adanya reaksi stres untuk menunjukkan adanya sesuatu yang bersifat stresor.
- Fase 2: stage of resistance. Tubuh menjadi kebal (resisten) terhadap stressor karena stressor tersebut terjadi berulang. Tubuh sudah bisa beradaptasi dengan stressor yang sama.
- Fase 3: stage of exhaustion. Akibat stressor yang sama berulang terus sepanjang waktu maka tubuh mengalami kelelahan (exhaust). Tanda-tanda alarm muncul lagi dan bisa membawa akibat fatal bagi tubuh.
- Pikiran menjadi sangat cepat, seperti sedang balap.
- Kontrol terhadap pikiran tersebut menjadi sangat sulit.
- Menjadi cemas, mudah terangsang dan bingung.
- Lebih sering dan konsentrasi makin sulit.
- Menjadi sulit tidur atau sulit tidur kembali.
- Mengelola sumber stress (stressor)
- Mengubah cara berpikir, cara merespon stress (changing the thought)
- Mengelola respon stress tubuh (stress response)
- Senang terhadap kebahagiaan orang lain.
- Menikmati dengan kesadaran bahwa segala sesuatu diciptakan atas tujuan tertentu/mengambil hikmah.
- Bersikap optimis akan pertolongan Tuhan.
- Bisa berdamai dengan keadaan sesulit/separah apapun.
- Mampu mengendalikan diri.
- Bahagia ketika melakukan kebaikan
- Menerima dan mengakui dirinya sebagaimana adanya (Ikhlas dan bersyukur).
- Berpikir positif dan bersikap sportif.
- Percaya diri dan memiliki semangat hidup.
- Siap menghadapi tantangan dan berusaha terus untuk mengatasinya.
- Terbuka, tenang, tidak emosi bila menghadapi masalah.
- Banyak bergaul dan bermasyarakat secara positif.
- Banyak latihan mengendalikan emosi negatif, dan membiasakan membangkitkan emosi positif.
- Memiliki integrasi diri atau keseimbangan fungsifungsi jiwa dalam mengatasi problema hidup termasuk stress.
- Mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal guna berproses mencapai kematangan.
- Mampu bersosialisasi atau menerima kehadiran orang lain.
- Menemukan minat dan kepuasan atas pekerjaan yang dilakukan.
- Memiliki falsafah atau agama yang dapat memberikan makna dan tujuan bagi hidupnya.
- Pengawasan diri atau memiliki kontrol diri terhadap segala keinginan yang muncul.
- Memiliki perasaan benar dan sikap bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatannya.
- Kenali emosi yang Anda rasakan
- Minta pendapat orang lain
- Mengamati setiap perubahan emosi dan mood Anda.
- Menulis jurnal atau buku harian.
- Berpikir sebelum bertindak.
- Gali akar permasalahannya
- Berintrospeksi saat menerima kritik
- Memahami tubuh Anda sendiri
- Terus melatih kebiasaan tersebut
ETIKA, ETIKET DAN MORAL
- Etiket Kerapihan Diri dan Tata Cara Berpakaian (Grooming)
- Etiket Berdiri
- Etiket Duduk
- Etiket Berjalan
- Etiket Berkenalan dan Bersalaman
- Etiket Berbicara
- Etiket dalam Jamuan
Menyusun rencana aksi bela negara
peserta Latsar CPNS pada akhir kegiatan diberikan tugas untuk membuat Rencana Aksi sebagai bentuk dari penjabaran kegiatan bela negara yang akan dilakukan baik selama on campus di lembaga diklat maupun selama off campus di instansi tempat bekerja peserta Latsar CPNS masing-masing.
Melakukan kegiatan kesiapsiagaan bela negara.
PERATURAN BARIS BERBARIS
PBB bertujuan untuk mewujudkan disiplin yang prima, agar dapat menunjang pelayanan yang prima pula, juga dapat membentuk sikap, pembentukan disiplin, membina kebersamaan dan kesetiakawanan dan lain sebagainya dengan demikian peserta Latsar CPNS senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu dan secara tidak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.
- Aba-aba petunjuk adalah dipergunakan hanya jika perlu, untuk menegaskan maksud dari pada aba-aba peringatan/pelaksanaan.
- Pemberi aba-aba harus berdiri dengan sikap sempurna menghadap pasukan, kecuali aba-aba yang diberikan itu berlaku juga bagi pemberi abaaba maka pemberi aba-aba tidak perlu menghadap pasukan.
- Aba-aba diucapkan dengan suara lantang, tegas dan bersemangat. Ada 4 jenis aba-aba pelaksanaan yang digunakan dalam iatu Gerak, Jalan, Mulai dan Selesai
- berbagai jenis langkah : langkah biasa, lagkah tegap, langkah defile, langkah ke samping, langkah ke belakang, langkah ke depan, langkah lari
- Sikap sempurna : sikap siap posisi berdiri dan duduk dalam pelaksanaannya sikap tidak ada gerakan bagi peserta tubuh/anggota tubuh
- Sikap istirahat adalah sikap posisi berdiri dan duduk dalam pelaksanaannya sikap rilek bagi peserta tubuh/anggota tubuh dengan ketentuan yang telah diatur pada tiap-tiap bentuk posisi sikap istirahat.
- Periksa kerapihan
Pelaksanaan
- Pelaksanaan sikap sempurna posisi duduk di kursi
- Pelaksanaan sikap sempurna posisi duduk bersila
- Pelaksanaan sikap istirahat posisi berdiri
- Pelaksanaan sikap istirahat posisi duduk di kursi
- Pelaksanaan sikap istirahat posisi duduk bersila
- Tata cara periksa kerapian biasa dan parade
- Berhitung dalam bentuk formasi bersaf
- Berhitung dalam bentuk formasi berbanjar
- Tata cara lencang kanan dan atau lencang kiri
- Tata cara setengah lengan lencang kanan dan atau setengah lengan lencang kiri
- Tata cara lencang depan
- Urutan kegiatan hadap kanan
- Urutan kegiatan hadap kiri
- Urutan kegiatan hadap serong kanan
- Urutan kegiatan hadap serong kiri
- Urutan kegiatan balik kanan
- Urutan pelaksanaan jalan di tempat
- Aba-aba “HENTI = GERAK”.
- Panjang, tempo dan macam langkah
- Gerakan maju jalan.
- Langkah biasa
- LangkahTegap.
- Langkah Ke Samping
- Langkah ke Belakang
- Langkah ke Depan
- Gerakan langkah berlari dari sikap sempurna
- Gerakan langkah berlari dari langkah biasa
- Gerakan langkah berlari ke langkah biasa
- Gerakan langkah berlari keberhenti
- Langkah merdeka
- Ganti langkah.
- Berhimpun.
- Berkumpul.
- Gerakan perubahan arah dari berjalan ke berhenti
- Perubahan arah pada waktu berlari
- Gerakan haluan kanan/kiri hanya dilakukan dalam bentuk bersaf, guna merubah arah tanpa merubah bentuk.
- Cara menghadap.
- Cara menyampaikan laporan dan penghormatan apabila Peserta dipanggil sedang dalam barisan dengan menyebut nama/pangkat/golongan
- Cara menyampaikan laporan dan penghormatan apabila Peserta dipanggil sedang dalam barisan dengan tidak menyebut nama /pangkat/golongan
- Cara bergabung masuk barisan perorangan/pasukan kepada pasukan yang lebih besar
Comments
Post a Comment